Iman Kepada Allah Dalil Tentang Keberadaan Allah Sang Pencipta

Iman Kepada Allah

Dalil Tentang Keberadaan Allah Sang Pencipta

2. Musibah Dapat Memurnikan Inti Fitrah.

Seringkali tabir-tabir yang menyelimuti fitrah manusia tersingkap, sehingga hilanglah tutup yang melingkupinya ketika seseorang dilanda musibah yang amat sangat menyedihkan, atau saat dia terjerumus dalam bahaya tanpa mendapatkan satu pun bantuan dari orang lain dan kehilangan faktor-faktor keselamatan.

Dengan ujian dan musibah ini muncullah inti fitrah manusia yang tersembunyi yaitu mengakui keberadaan Allah.

Mereka sadar bahwa tidak ada yang dapat menolongnya kecuali Allah. Dengan kelemahan dan harapan yang dipanjatkan dalam do’a agar Allah menolong dan mengeluarkan mereka dari musibah yang telah menimpanya.

Betapa banyak orang Mulhid (kaum Atheis) mengenal Rabbnya dan kembali kepada-Nya ketika berada dalam bahaya, dan betapa banyak orang musyrik dan dzalim meninggalkan sikap riya dan kesombongannya terhadap Allah dikarenakan tertimpa musibah. Hal ini sebagaimana firman Allah :

( حَتَّىٰ إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا بِهَا جَاءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَاءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ)

” Sehingga ketika kamu berada didalam sebuah kapal, dan meluncurlah kapal tersebut membawa mereka dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya ; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo’a dengan tulus ikhlas kepada Allah Semata. Seraya berkata : ‘Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” (Surat Yunus : 22)

Maka bersabarlah dengan musibah yang menimpa kita, karena musibah tersebut dapat mengembalikan dan Memurnikan Inti Fitrah manusia yaitu mengakui keberadaan Allah.

3. Orang-orang Musyrik terdahulu mengakui adanya Sang Pencipta.

Orang-orang Arab yang dihadapi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengakui adanya Allah, mereka meyakini Rububiyah-Nya yaitu bahwasanya Allah satu-satunya Pencipta Alam Semesta. Mereka juga mengakui hanya Allah lah Dzat Yang Maha Memberi Rezeki, Maha Memberi Manfaat, dan Maha Menimpakan Madhorot (bahaya). Akan tetapi, di samping pengakuan tersebut mereka biasa beribadah kepada selain Allah dan tidak Memurnikan amalan agama kepada Allah Semata.

Maka dengan maksud untuk memaksa orang-orang musyrik supaya beribadah dan mengikhlaskan agama kepada Allah Semata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mula-mula bertanya kepada mereka tentang Sang Pencipta, Pemilik langit dan bumi. Maka mereka pun mengakuinya sama sekali tidak mengingkari keesaan-Nya. Allah berfirman :

(وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ)

” Dan sungguh jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka : ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? ‘ Tentu mereka akan menjawab : Allah…..[Surat Luqman : 25] [ Lihat juga QS. Al-Mu’minun : 84-89].

Seperti diketahui bahwasanya orang Arab dahulu mereka mengagungkan Ka’bah dengan berhaji ke sana. Dan juga banyak ritual-ritual lain yang biasa mereka lakukan.

Semoga bermanfaat

#Baarokumullahu Fiikum

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.